Kraton Kasultanan Yogyakarta

Kraton berarti tempat di mana “ratu” (dalam bahasa Inggris: Ratu, dalam bahasa Jawa juga berarti: Raja) berada. Kata “Keraton” (Keraton tinggal di keluarga kerajaan di istana) (bentuk singkat dari ratu / Ka-ratuan) berasal dari kata “Ratu” yang dalam bahasa Melayu berarti raja. Istana ini dibangun sesuai dengan Filsafat Jawa dan diselimuti oleh mistisisme. Penataan ruang istana, termasuk pemandangan kota tua Yogyakarta, termasuk arsitektur, arahan bangunan, dan benda-benda milik nilai mitologis dan sistem kepercayaan orang Jawa. Jalan utama kota tua membentuk garis lurus dari Tugu Yogyakarta, Kraton, Gunung Merapi ke Rumah Krapyak. Tata letaknya berarti “asal usul manusia dan tujuan terakhir mereka” (bahasa Jawa: sangkan paraning dumadi).

Kraton Yogyakarta (secara formal dikenal sebagai: Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat) adalah kompleks istana yang terletak di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Istana ini merupakan tempat duduk utama Sultan Yogyakarta dan keluarganya. Ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan orang Jawa dan berisi museum yang menampilkan kesenian kesultanan.

Awalnya, Keraton Yogyakarta adalah sebuah Istana Kerajaan Lembaga (Keraton) Kesultanan Yogyakarta. Secara tradisional lembaga ini disebut Parentah Lebet (secara harfiah = pemerintahan internal) yang berpusat di Istana (istana) dan bertanggung jawab atas Sultan dan Keluarga Kerajaan. Dalam pemerintahan Kesultanan Yogyakarta, selain Parentah Lebet ada Parnah nJawi / Parentah Nagari (secara harfiah = Luar Pemerintahan / Pemerintahan Negara) yang berpusat di nDalem Kepatihan dan bertanggung jawab atas seluruh negeri.

Meski fungsinya terbatas pada sektor informal namun keraton Yogyakarta masih memiliki karisma tersendiri di masyarakat Jawa, terutama bagi masyarakan yang tinggal di Prov. DI. Yogyakarta.

obyek wisata